Ina Rachman Memiliki Jiwa Sosial Tinggi Ciri Perempuan yang Layak Dijadikan Pemimpin

ina herawati rachman

Ina Rachman Qnet – Apabila ada orang yang memiliki pandangan bawa perempuan lebih rendah ketimbang laki-laki, sehingga beranggapan bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin. Maka, orang tersebut masih terbelenggu pada budaya patriarki.

Padahal, saat ini, dunia sudah memberikan ruang yang lebar kepada para perempuan. Terbukti dalam sebuah ajang penghargaan berkelas nasional, ada salah satu nominasi untuk para perempuan. Nah, dalam Indonesia Best of The Best 2020, nominasi Best Women Leader diberikan kepada legal consultant APLI yakni Ina Herawati Rachman, SH, MH.

ina herawati rachman

Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu memberikan kontribusinya untuk Indonesia dalam berbagai bidang. Seperti Ina Rachman yang mampu menorehkan prestasi di bidang hukum dan ekonomi.

Dalam bidang hukum, perempuan yang memiliki jiwa sosial tinggi ini bukan satu atau dua tahun menekuninya. Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini bahkan sudah selama 20 tahun lebih menjadi pengacara profesional. Hingga kini, Ina sudah memiliki firma hukum yang dibangunnya bersama partnernya dengan nama Ina Rachman-Mulyaharja & Associates serta Maestro Patent Internasional.

ina herawati rachman

Ina juga merupakan advokat senior spesialis network marketing. Meski begitu, Ina juga ahli di berbagai bidang hukum. Seperti hukum keluarga, kriminal, perdata, pidana, perlindungan konsumen, perusahaan, kepailitan, dan masih banyak lagi.

Dengan semua kemampuannya, Ina juga berhasil memimpin perusahaan berlatar belakang network marketing di Indonesia. Sudah sepantasnya, Ina mendapatkan penghargaan pada ajang gelaran yang dilangsungkan di Bali 28 Februari 2020 yang lalu.

ina herawati rachman

Halangan Perempuan untuk Menjadi Pemimpin

Meski pada dasarnya, ada beberapa perempuan yang berhasil mengaktualisasikan diri dan mendapatkan prestasi. Nyatanya, di Indonesia masih banyak perempuan yang belum mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkiprah di berbagai bidang.

ina herawati rachman

Salah satu yang menyebabkan perempuan sulit menjadi seorang pemimpin adalah penafsiran Alquran terutama pada QS An-Nisa’ ayat 34. Yang mana disebutkan bahwa kaum laki-laki lebih tegak atas wanita.

Dari dasar ayat ini, maka ada doktrin yang menyebutkan bahwa perempuan tidak memiliki hak untuk menjadi seorang pemimpin. Hanya laki-laki saja yang menjadi pemimpin dan memiliki posisi penting di berbagai lini kehidupan.

ina herawati rachman

Namun, ayat tersebut sejatinya bisa diartikan dalam dua tafsiran. Menurut Gus Dur, ada dua arti dari ayat Alquran tersebut yakni pertama, lelaki memiliki tanggung jawab fisik untuk keselamatan perempuan. Dua, laki-laki lebih pantas jadi pemimpin negara.

Dari penafsiran itu, Gus Dur mengakui apabila laki-laki memang mempunyai kekuatan fisik yang lebih besar daripada perempuan. Maka dari itu, laki-laki punya tanggung jawab fisik terhadap perempuan.

Laki-laki dan perempuan mempunyai perbedaan hanya dari sisi biologis. Sedagkan dari sisi psikologis, tidak terdapat perbedaan. Kekuatan yang sama ada pada dua makhluk tersebut. Bahkan, perempuan memiliki jiwa sosial tinggi ketimbang laki-laki. Hal ini membuat banyak pekerjaan penting membutuhkan perempuan yang lebih peka dalam segi rasa.

Keunggulan Perempuan Seperti Ina Rachman

Diakui ataupun tidak, perempuan seperti Ina rahcman memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh laki-laki. Anggapan mengenai perempuan memiliki kekuatan yang lebih lemah harus ditinjau ulang. Pasalnya, apabila dilihat pada fakta dan data menunjukkan hal yang sebaliknya.

Dalam sejarah, sudah banyak pemimpin di dunia yang berasal dari kaum perempuan. Mulaid ari Corie Aquino, Cleopatra, Elizabeth, Margareth Theacher, Benazir Butho, dan masih banyak lagi.

Dari kenyataan tersebut, setidaknya ada pandangan baru bahwa perempuan bukan lah kaum yang lemah. Bahkan, sama halnya dengan laki-laki yang memiliki kecerdasan, keberanian, serta memiliki sifat kepemimpinan. Bahkan, perempuan memiliki jiwa sosial tinggi ketimbang kaum laki-laki.

Saat ini, dalam kenyataan, Ina Rachman adalah sosok perempuan muslimah yang menjadi pemimpin untuk para laki-laki. Dalam firma hukumnya, maupun di perusahaan network marketing-nya. Bahkan, dalam kesibukannya menangani hal-hal yang terkait dengan karir, Ina masih memiliki jiwa sosial tinggi dengan membantu sesama.

Sehingga, dari ulasan di atas dapat disimpulkan jika tak masalah kepemimpinan ada di tangan laki-laki atau perempuan. Mengutip perkataan Aristoteles, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang cerdas, jujur, adil, tegas, dan juga bijaksana. Tak boleh ketinggalan, pemimpin juga harus takluk pada hukum. Sehingga, baik lembaga maupun negara akan mudah untuk mencapai tujuannya.

Share

You may also like